Koordinator Aksi F*I Reborn Mengaku Diperalat, Refly Harun: Ini Menunjukkan Cara Berpolitik Tak Sehat



IDEANEWSINDO.COM - Sebuah video klarifikasi dari koordinator massa yang mengatasnamakan FPI (Front Persaudaraan Islam) Reborn dalam aksi deklarasi mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 beredar di media sosial.

Klarifikasi ini beredar hanya berselang beberapa jam setelah berlangsungnya aksi unjuk rasa dengan berbagai atribut bertuliskan FPI Reborn di Bundaran Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 6 Juni 2022.

Pimpinan Front Persaudaraan Islam (FPI) sendiri sudah mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kalau aksi itu bukan dilakukan oleh mereka.   

Koordinator massa yang mengaku bernama KH Khoerul Anam tersebut membuat video klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf kepada FPI.

“(Saya) atas nama KH Khoerul Anam, meminta maaf kepada Front Persaudaraan Islam (FPI),” ujarnya sebagaimana dikutip dari akun YouTube Refly Harun pada Selasa, 7 Juni 2022. Khoerul Anam kemudian menceritakan kronologi bagaimana dirinya bisa menjadi koordinator aksi massa FPI Reborn.

Menurutnya, pada Minggu,5 Juni 2022 malam, pihaknya ditelepon seseorang yang memintanya untuk membaca doa di Monas dengan membawa santri dan jemaah untuk ikut bersamanya.

Pada Senin pagi, 5 Juni 2022 Khoerul Anam berangkat ke Monas. Setiba di lokasi, Khoerul kaget karena ada yang membagikan bendera FPI kepada para santri dan jemaahnya, sementara tidak terlihat ada tokoh FPI di sana.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan setelah selesai aksi kepada para jemaah diberi uang masing-masing Rp150 ribu perseorang.

“Saya merasa tertipu, dibohongi, dan diperalat oleh orang tersebut,” ucap Khoerul mengakui.

Menanggapi kejadian di atas Refly Harun menyebut aksi yang terbukti rekayasa tersebut bertujuan menyebarkan fitnah dan menunjukkan perilaku politik yang tidak sehat.

“Politik semakin tidak sehat, orang menjatuhkan lawan politik itu dengan cara memfitnah. Saya kira makin tidak gentleman ya..," ujar Refly.

Refly menduga bahwa kesuksesan Formula E yang melambungkan nama Anies meresahkan pihk-pihak tertentu, yang langsung merekayasa demo aksi FPI yang menyebut mereka sebagai pendukung Anies.

Dari aksi tersebut yang diinginkan adalah framing atau penggiringan opini bahwa Anies didukung oleh FPI yang selama ini dikesankan sebagai kelompok radikal, intoleran, anti persatuan bangsa dan sebagainya.

Sekaligus mengalihkan perhatian masyarakat dari kesuksesan Anies dan Pemerintah DKI Jakarta dalam penyelenggaraan Formula E.

Refly juga mengungkapkan, andai pun FPI memang mendukung Anies Baswedan, maka itu sah-sah saja karena semua kelompok bebas menentukan pilihan.

FPI (Front Persaudaraan Islam) adalah organisasi legal. Jelas pengurusnya, jelas anggotanya, juga jelas alamatnya, dan memiliki hak konstitusional untuk mengeluarkan pendapat.

“Sekali lagi, hak konstitusional itu kita hormati, dan Front Persaudaraan Islam itu bukan organisasi terlarang,” pungkasnya.

s; pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy