Mendagri Target Bangun Tiga Provinsi Baru di Papua Tahun Depan



IDEANEWSINDO.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mengatakan pihaknya segera membentuk tiga provinsi baru di Papua. Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan DPR RI.

Tito menyebut, pemekaran akan berlangsung pada tahun depan. Karena saat ini pihaknya masih menggodok berbagai aturan sebelum pemekaran di Papua. 

”Harapan kita bisa terjadi percepatan pembangunan. Pembahasan akan jalan, kita harap sesuai jadwal. 

Sehingga tahun depan sudah bisa akan melakukan pemekaran itu,” kata Tito di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Menurutnya, wilayah Papua sangat membutuhkan pemekaran demi mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. 

Pemekaran wilayah otomatis akan membuat bangunan pemerintah yang bisa mempermudah pelayanan publik. 

Tidak seperti sekarang, masyarakat harus menempuh jarak jauh antardaerah di Papua.

“Pemekaran ini akan dapat mempercepat pembangunan, kenapa? karena birokrasi pendek, orang dari Asmat harus ngurus SMA guru ngurus harus ke Jayapura, biayanya berapa? 

Dari Bovendigul harus ke Jayapura, jauh. Dari Paniai, Intan Jaya, harus ke Jayapura semua. 

Dengan adanya reformasi birokrasi pendek maka pengambilan keputusan akan cepat. Lebih simple, pelayanan publik akan lebih baik nantinya, ini masalah kesejahteraan,” ucap mantan Kapolri itu.

Akan Ada 37 Provinsi

Dia mencontohkan, daerah seperti Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Barat bisa maju setelah pemekaran. 

“Dengan model ini kita replikasi di sementara tiga di Papua, harapan kita bisa terjadi percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Dengan begitu, Indonesia akan memiliki tiga provinsi baru yang berada di ujung timur. 

Oleh karena itu, nantinya akan ada sebanyak 37 provinsi di tanah air. 

Regulasi rencana penambahan provinsi telah dimuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah.

RUU ini sudah disahkan oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada rapat pleno yang dilaksanakan hari Rabu (6/4/2022). 

Seluruh fraksi dalam rapat pleno itu sepakat dengan RUU tentang tiga provinsi tersebut.

Sementara, Majelis Rakyat Papua tengah mengajukan judicial review atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua) ke MK dengan nomor perkara 47/PUU-XIX/2021.

MRP menilai norma dalam ketentuan Pasal 6 ayat (2), Pasal 6A, Pasal 28, Pasal 38, Pasal 59 ayat (3), Pasal 68A, Pasal 76 dan Pasal 77 UU Otsus Papua melanggar hak konstitusional mereka sebagai orang asli Papua (OAP).

s; forumkeadilan.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy