Polisi Geledah Rumah Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja!



IDEANEWSINDO.COM - Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di rumah Abdul Qadir Hasan Baraja, pimpinan Khilafatul Muslimin di Lampung. Sejumlah barang bukti disita polisi dalam penggeledahan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membenarkan adanya penggeledahan di rumah Abdul Qadir Baraja, pada Rabu (8/6) malam tadi. Hanya saja Zulpan belum merinci terkait barang bukti apa saja yang disita polisi di lokasi tersebut.

"Memang benar penyidik Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di rumah yang bersangkutan di Lampung, tetapi untuk barang buktinya apa saja masih diinvetarisir oleh penyidik," ujar Zulpan saat dihubungi detikcom, Kamis (9/6/2022).

Zulpan mengatakan pihaknya akan menyampaikan secara resmi terkait penggeledahan tersebut siang nanti.

"Nanti kami akan sampaikan siang ini," ucapnya.

Tim penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya tiba di Markas Polda Metro Jaya pada Rabu (8/6) malam tadi. Tim yang dipimpin oleh Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra membawa sejumlah boks dalam penggeledahan tersebut.

Barang bukti tersebut di antaranya berupa dokumen-dokumen. AKBP Raindra mengaku belum merinci barang bukti hasil penggeledahan di rumah Abdul Qadir Baraja ini.

"Kalau hasilnya masih dicek, tapi tadi sudah dirinci. Kegiatan adminitsrasinya sedang berjalan," ujar Raindra.

Raindra hanya menyebutkan barang bukti yang disita berupa buku hingga dokumen. Haya saja ia tidak merinci lebih jauh detail barang bukti tersebut.

"Semua dokumen, buku, dan yang terkait identitas si kelompok ini itu yang kita amankan," imbuh Raindra.

Khilafatul Muslimin Ingin Gantikan Pancasila

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan mengatakan penangkapan Abdul Qadir Baraja tidak hanya terkait konvoi anggota Khilafatul Muslimin di Cawang, Jakarta Timur, pada Minggu (29/5). Zulpan menyebut ormas itu ingin mengganti Pancasila dengan sistem khilafah.

"Kelompok ini tawarkan khilafah sebagai pengganti Pancasila. Hal ini bertentangan dengan UU Dasar 1945," kata Zulpan.

Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap di Lampung pada Selasa (7/6) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Polisi telah menetapkannya sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda metro Jaya.

Dia dijerat dengan Pasal 59 ayat 4 juncto Pasal 82 ayat 2 UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas dan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Polisi saat ini masih mendalami terkait organisasi Khilafatul Muslimin ini. Polisi akan menelusuri sumber dana operasional Khilafatul Muslimin.

"Ke depan kita masih akan kembangkan. Ini organisasi yang cukup besar. Belum lagi kita akan selidiki sumber dana dan sebagainya," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Kombes Hengki mengatakan pihaknya masih akan mendalami soal dana operasional organisasi Khilafatul Muslimin ini.

"Uang operasionalnya cukup besar. Ini pertanyaan besar yang harus kita jawab jadi proses penyelidikannya lanjut," imbuhnya.

Hengki mengatakan pihaknya bukan hanya menyelidiki Khilafatul Muslimin soal konvoi kendaraan semata. Polisi masih akan mendalami terkait pidana lain soal Khilafatul Muslimin ini.

"Jadi tidak di sini saja, nanti akan secara bertahap perkembangan penyidikan akan kita umumkan kepada masyarakat," imbuhnya.

s; detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy